October 25, 2014

Histogram

Menurut situs wikipedia kata histogram berasal dari bahasa Yunani: histos, dan gramma. Pertama kali digunakan oleh Karl Pearson pada tahun 1895 untuk memetakan distribusi frekuensi dengan luasan area grafis batangan menunjukkan proporsi banyak frekuensi yang terjadi pada tiap kategori. (Wikipedia). Downing menuliskan dalam kamus matematikanya:
"A histogram is a bar diagram where the horizontal axis shows different categories of values, and the height of each bar is related to the number of observations in the corresponding category" (Downing, 2009).

Dalam buku siswa/guru mata pelajaran matematika kelas X disebutkan bahwa histogram adalah jenis    grafik    batang    yang    digunakan    untuk    menampilkan data numerik yang telah disusun dalam interval yang sama.

Dari berbagai pengertian di atas jelas bahwa histogram jenis diagram batang yang digunakan untuk menampilkan beberapa nilai yang saling berhubungan dengan nilai yang lain dan disajikan menurut arah horisontal dan Vertikal.

Pada pembelajaran matematika kelas X dengan menggunakan kurikulum 2013, materi ini dipelajari di semester ke dua. Merupakan suatu keharusan bagi guru maupun siswa untuk dapat membuat histogram. Histogram dapat dibuat secara manual maupun menggunakan beberapa software yang ada saat ini, misalnya menggunakan Ms. Word, Ms. Excel, GeoGebra dan program-program matematika yang lain. Keterampilan menggunakan program komputer untuk membuat histogram akan menjadi sebuah nilai positif baik bagi guru maupun siswa.

Menggunakan GeoGebra untuk membuat histogram dapat membantu mempermudah pekerjaan terkait dengan histogram ini. Langkah yang harus disiapkan terlebih adalah membuka lembar kerja GeoGebra yang terdiri dari tampilan input langsung, aljabar, grafik dan spreadsheet dalam satu area kerja. Selanjutnya disiapkan data yang akan dibuatkan histogramnya, misalnya adalah data yang tersaji pada tabel di buku siswa matematika kelas X semester 2 berikut:


Pada spreadsheet disiapkan tiga kolom untuk menempatkan data pada tabel tersebut. Misalnya kolom pertama diberi nama kiri, kolom kedua kanan dan kolom ketiga frekuensi. Kemudian masukkan datanya ke spreadsheet tersebut. Pengenterian data dapat manual atau dengan sedikit rumus seperti di excel.



Selanjutnya adalah pembuatan list. Diperlukan dua buah list, list pertama untuk sumbu horizontal dan list kedua untuk sumbu vertikal. Pemilihan ini sangat situasional dapat dirubah sesuai dengan keperluan. Namun untuk belajar ikuti saja terlebih dahulu apa adanya. Pembuatan list dapat dilakukan dengan melakukan blog pada kolom di spreadsheet dan klik kanan serta dipilih create list.


Setelah terbentuk dua buah list, editlah list pertama dengan cara double klik pada list tersebut, dan masukkan angka pertama pada kolom kiri dan berikan tanda koma dan OK. 
Di menu input ketikkan Histogram(list1,list2), maka secara otomatis akan terbentuk histogram. Langkah selanjutnya adalah editing seperlunya. Yang perlu menjadikan perhatian adalah untuk menempatkan sumbu vertikal tepat berhimpit dengan batas interval pada sumbu horizontal ada di menu graphics preference.

Untuk masuk ke menu ini cukup klik kanan pada area bebas kemudian pilih graphics. Pilihlah yAxis dan pada isian Cross isikan sesuai dengan keadaan yang diperlukan, misalnya 38,0 (maksudnya sumbu y akan berpotongan pada titik (38,0)).
Sekali lagi, lakukan editing sesuai dengan keperluan maka histogram telah terbentuk. Jika Anda seorang siswa lakukan presentasi dengan GeoGebra pada sesi diskusi kelompok untuk menyajikan histogram tersebut, presentasi Anda pasti akan sangat menarik, dan jika Anda adalah Guru maka Anda akan sangat terbantu jika menguasai dan mampu membuat histogram menggunakan GeoGebra.
Tutorial singkat dapat dilihat pada video berikut:

Referensi:


Downing, D. (2009). Dictionary of Mathematics Terms. NewYork: Barron's Educational Series, Inc.
Kemdikbud. (2014). Matematika SMA/MA/SMK/SMAK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

 

0 comments:

Post a Comment